Peranan Bakat dalam Proses Belajar

Menemukan bakat adalah salah satu kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka mengembangkan diri. Diyakini bahwa setiap orang memiliki potensi tertentu pada dirinya dan jika potensi itu dikenali serta diasah, manusia akan mampu menjalani hidup seutuhnya dan berkontribusi dengan baik kepada lingkungan.

Bakat (Talent) vs Kemampuan (Ability)

Bakat adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Bakat akan muncul jika ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan.

Pernah mendengar istilah bakat yang terpendam? Sebagian orang tidak mendapatkan kesempatan yang memadai untuk menemukan potensi bawaan yang ada pada dirinya. Akibatnya, potensi itu tidak keluar atau terpendam dan belum dapat disalurkan.

Bakat yang menonjol dikenal dengan istilah talent. Pernah melihat seseorang yang menari dengan gerakan yang sangat luar biasa? Atau pernah melihat seorang pianis yang sedemikian lincahnya memainkan piano? Tentu mereka semua tidak tiba-tiba mampu melakukan semua itu.

Pada diri mereka, terdapat potensi bawaan yang dipertemukan dengan kesempatan (yaitu latihan yang konsisten selama waktu tertentu, guru atau mentor yang tepat, hingga sarana/alat/fasilitas yang mendukung).  

Seorang penyanyi hebat, tentu memiliki potensi bawaan yang sifatnya alami, dibawa sejak lahir, yaitu suara yang bagus. Tidak semua orang terlahir dengan bekal suara yang bagus. Artinya, manusia memiliki potensi atau bakat yang berbeda-beda.

Namun perlu kita perhatikan juga bahwa tidak semua orang yang memiliki suara bagus, pasti menjadi penyanyi hebat. Itu disebabkan karena tidak semua bakat dikenali dan diasah dengan baik sehingga tidak semua bakat keluar menjadi suatu kemampuan.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kemampuan?

Kemampuan adalah pengetahuan yang dikembangkan, pemahaman, kemampuan yang dipelajari atau diperoleh. Jika bakat adalah sesuatu yang sifatnya masih berupa potensi, maka kemampuan adalah kompetensi. Kemampuan adalah sesuatu yang terlihat nyata, suatu keterampilan yang dapat kita amati.

Keberbakatan (Giftedness)

Keberbakatan merujuk pada sejumlah karakteristik yang sangat istimewa pada kecerdasan dan atau kemampuan yang dimiliki oleh sebagian kecil orang dalam populasi manusia.

Seseorang disebut gifted (cerdas istimewa dan atau berbakat istimewa) apabila memiliki kecerdasan di atas rata-rata (biasanya digunakan standar skor IQ ≥ 130) dan atau memiliki bakat istimewa (kemampuan yang sangat menonjol) pada bidang tertentu seperti seni, musik, olahraga dsb.

Manfaat Mengenali Bakat dalam Proses Belajar

Mengapa mengenali bakat perlu dilakukan dalam proses belajar? Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh jika anak, orangtua dan pendidik berupaya mengenali bakat pada anak didik atau siswanya. 

Memahami Keunikan Individu

Setiap anak terlahir dengan potensi bawaan yang berbeda-beda. Ada anak yang mewarisi suara merdu dari orangtuanya, ada pula yang memiliki potensi berupa kekuatan secara fisik yang dapat dikembangkan dalam bidang olahraga.

Ada pula anak yang memiliki potensi unggul pada dirinya untuk menuangkan pikiran ke dalam ilustrasi visual yang indah. Ada pula anak yang potensi unggulnya terletak pada kemampuan berpikirnya, menalarnya, aritmatikanya, kemampuan verbalnya atau aspek lainnya.

Mengenali bakat akan membantu kita memahami keunikan atau kekhasan orang lain. Bakat menjadi salah satu komponen dalam kelebihan atau keunggulan diri manusia yang ikut menjelaskan siapa mereka dan apa yang mampu mereka lakukan.

Dengan demikian, peran bakat dalam proses belajar adalah memberikan informasi yang penting dan berharga untuk mengoptimalkan proses belajar.

Menemukan Cara yang Tepat untuk Mendukung Pengembangan Diri Siswa

Agar bakat bisa keluar menjadi kemampuan, diperlukan upaya untuk mencari atau bereksplorasi mengenalinya kemudian melatihnya. Jika bakat seseorang berhasil dikenali maka pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk menentukan langkah yang tepat untuk mengembangkannya.

Mengenali bakat bermanfaat membantu anak, guru, maupun orang tua untuk menentukan cara atau strategi belajar yang sesuai untuk mengasah dan mengembangkan potensi diri yang dimiliki oleh anak. Harapannya, bakat anak menjadi tersalurkan dan ia bisa menggunakannya untuk mencapai keberhasilan atau kesuksesan.

Anak-anak gifted misalnya, memiliki karakteristik yang berbeda dari anak pada umumnya. Hal ini membuat perlakuan terhadap mereka tidak bisa disamaratakan dengan anak lain.

Proses atau cara belajar yang berbeda, bahkan target/tujuan belajar yang berbeda, diperlukan supaya proses belajar yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan mereka. Winner dalam Santrock (2011) menyebutkan tiga karakteristik anak gifted sebagai berikut:

  • Precocity
    Anak gifted memiliki kemampuan belajar yang lebih cepat daripada anak lainnya pada bidang yang menjadi keunggulannya. Secara alami mereka memiliki potensi tertentu sehingga lebih mudah menguasai suatu bidang (lebih effortless) dibanding rata-rata anak lainnya.
  • Marching to their own drummer
    Anak gifted memiliki cara tersendiri untuk mempelajari sesuatu atau memecahkan masalah. Mereka juga tidak terlalu memerlukan banyak bantuan orang lain untuk menguasai suatu bidang yang menjadi keunggulannya.
  • A passion to master
    Anak gifted memiliki keinginan yang kuat untuk memahami suatu bidang yang mana dirinya memiliki kemampuan lebih di sana. Anak gifted biasanya akan menunjukkan minat yang obsesif atau cenderung ambisius dan sangat fokus pada bidang yang ingin mereka kuasai. Mereka punya motivasi yang datang dari dalam dirinya sehingga orang lain tidak perlu terlalu menekannya.

Dari ciri-ciri anak gifted di atas, kita mendapatkan pelajaran bahwa dalam proses belajar, ada anak yang perlu bantuan lebih banyak dari anak lain. Ada pula anak yang justru tidak perlu terlalu banyak didikte atau diarahkan karena sudah memiliki visi dan cara belajarnya sendiri. Ada anak yang secara alami memang lebih cepat dan lebih mudah menguasai suatu bidang, sedangkan anak yang lain perlu mengerahkan usaha lebih keras.

Salah satu manfaat mengenali bakat atau pun keberbakatan yang mungkin dimiliki anak adalah kita dapat mengetahui langkah atau tindakan yang tepat untuk dilakukan saat menghadapi mereka, termasuk saat mengarahkan proses belajarnya.

Memperbesar Peluang Mencapai Keberhasilan

 Bakat sebagai potensi alamiah yang dimiliki manusia, berperan memudahkan seseorang menguasai suatu bidang. Orang yang berbakat memiliki kemudahan dan kecepatan yang lebih tinggi dari orang pada umumnya untuk menjadi ahli pada suatu bidang.

Biasanya orang yang memang berbakat pada suatu bidang juga mampu mencapai hasil yang lebih unggul daripada orang lain yang sebenarnya tidak memiliki bakat pada bidang tersebut. Sebagian kemampuan memang bisa didapat dengan latihan atau dengan sengaja dibangun, namun sebagian kemampuan lainnya, perlu latihan serta perlu keberadaan bakat untuk membuatnya jadi luar biasa.

Meningkatkan Pengalaman Belajar yang Positif

Peran bakat dalam proses belajar adalah memberi kesempatan kepada anak atau siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Kesenangan atau kenikmatan akan diperoleh ketika seseorang memiliki kemampuan yang memadai untuk menghadapi tantangan belajarnya. Keseimbangan antara kemampuan dengan tingkat kesulitan yang diberikan akan memungkinkan siswa merasakan flow experience dalam proses belajarnya.

Flow experience adalah kondisi saat seseorang melakukan suatu aktivitas semata-mata karena ia menikmati prosesnya, merasa senang menjalaninya, merasa waktu seperti berlalu lebih cepat, dan sangat fokus atau berkonsentrasi penuh pada suatu kegiatan.

Bertemunya bakat dengan kesempatan belajar yang sejalan dengannya, memungkinkan seorang anak sering mengalami flow. Dalam psikologi pendidikan, pengalaman flow berdampak baik kepada kondisi kejiwaan anak, membuat semangat mereka lebih tinggi untuk belajar, sekaligus memiliki kaitan erat dengan tercapainya prestasi akademik.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Keyakinan terhadap diri sendiri (self esteem) salah satunya bersumber dari pemahaman yang baik terhadap apa yang mampu kita lakukan dalam hidup ini. Semakin kita merasa punya kemampuan atau merasa kompeten, akan semakin kuat kepercayaan diri yang kita miliki.

Sebaliknya, ketika seseorang merasa tidak memiliki kemampuan apa pun yang dapat diunggulkan dari dirinya, maka ia cenderung memandang dirinya secara negatif, minder, bahkan merasa tidak berdaya.

Oleh sebab itu, salah satu peran bakat dalam proses belajar adalah membentuk konsep diri yang positif pada siswa dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Kepercayaan diri yang kuat akan mendorong seseorang mengerahkan upaya terbaiknya dalam mencapai tujuan atau target dalam proses belajarnya.

Menyusun Perencanaan Karir dan Masa Depan

Bekerja pada bidang yang sesuai dengan minat dan bakat, mampu memberikan manfaat kepada masyarakat, dan dibayar dengan penghasilan yang sepadan dengan upaya yang dikeluarkan adalah impian sekaligus sumber keresahan banyak orang.

Bukan perkara sederhana untuk mendapatkan pekerjaan impian semacam itu. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang mendapatkan pekerjaan impian di masa depan. Salah satu sebab mengapa orang tak berhasil mendapatkan pekerjaan impian adalah karena ia sendiri bahkan belum mengetahui apa bakatnya atau di mana letak keunggulan dirinya.

Seekor bebek yang terus berharap menjadi angsa, selamanya akan menderita. Ia akan gagal menjadi bebek sekaligus tidak pernah berhasil menjadi angsa. Jika kita gagal mengenali siapa diri kita, di mana letak keunggulan kita sebenarnya, mungkin hidup kita akan dipenuhi dengan rasa kecewa.

Oleh sebab itu, manfaat mengenali bakat dalam proses belajar salah satunya adalah memudahkan kita menghadapi kenyataan dan menyusun perencanaan untuk menghadapi masa depan. Mengetahui bakat akan membantu kita memetakan tantangan dan hambatan yang mungkin kita hadapi, kemudian merencanakan alternatif solusi yang dapat dilakukan mulai dari hari ini.

Memudahkan Pemilihan Jurusan

Mengenali bakat dalam proses belajar akan memudahkan seseorang menentukan jurusan yang tepat untuk dirinya.

Berdasarkan bakat yang dimilikinya, seseorang bisa mendapat tambahan bahan pertimbangan apakah dirinya lebih sesuai untuk melanjutkan pendidikan di SMA/MA atau SMK. Ia juga dapat mempertimbangkan mana yang lebih cocok apakah jurusan IPA, IPS, Bahasa atau Agama.

Tidak jarang siswa memilih jurusan hanya berdasarkan anggapan-anggapan yang belum tentu kebenarannya, sekedar mengikuti teman atau mengikuti gengsinya saja. Akibatnya, proses belajar mereka menjadi kurang optimal, merasa salah jurusan dan menghadapi banyak hambatan.

Lebih lanjut, mengenali bakat juga akan membantu siswa menentukan jurusan kuliah yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Jurusan yang sesuai dengan kemampuan itu ibarat botol yang bertemu dengan tutup yang cocok dengannya. Siswa akan merasa nyaman dan mampu menikmati proses belajarnya sehingga lebih besar pula kemungkinan ia mencapai prestasi atau keberhasilan di dalamnya.