Pengertian Psikologi

Psikologi 101: Pengertian, Jenis, Tokoh & Manfaatnya

Di antara ilmu-ilmu sosial, Psikologi tergolong muda. Psikologi baru berkembang pada akhir 1800-an.

Tepatnya sejak Wilhelm Wundt membuka laboratorium pertama yang mempelajari tingkah laku manusia di Leipzig, Jerman,  pada 1879. Saat itu Wundt menggunakan metode introspeksi dalam mempelajari tingkah laku manusia.

Wundt menjadi orang pertama yang menggunakan istilah psikologi eksperimental.

Meski demikian, sejatinya, psikologi sudah mulai diperhatikan oleh para tokoh dunia ratusan tahun sebelumnya. Bahkan para filsuf terkenal seperti Plato dan Aristoteles pun sudah membicarakan psikologi, meski baru dalam tataran dasar atau wacana.

Sejumlah filsuf lain pada abad ke-17 dan 18 juga sudah mulai mempelajari Psikologi. Seperti Leibnits, Hobbes, Kant, Locke, dan Hume yang memberikan sumbangsih dalam perkembangan psikologi. Namun, saat itu psikologi belum menjadi ilmu pengetahuan seperti yang kita kenal saat ini.

Pengertian Psikologi

Psikologi adalah sebuah kata yang rasanya cukup akrab di telinga masyarakat umum. Namun, bisa dibilang tak banyak masyarakat yang tahu dan paham apa sebenarnya ilmu psikologi itu — kecuali mahasiswa psikologi tentunya.

Berdasarkan epistemologi, psikologi berasal dari bahasa Yunani kuno. Yaitu psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu.  Jadi, menurut epistemologi, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

Pengertian tersebut memang masih terlalu luas, karena mempelajari jiwa atau mental secara langsung masih bersifat abstrak. Jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak. Menjadi penggerak dan pengatur bagi perbuatan-perbuatan pribadi.

Dalam pengertian yang sederhana, psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Tingkah laku yang seperti apa? Inilah yang kemudian ilmu psikologi mempunyai sejumlah turunan, baik secara tematik maupun terapan.

Namun, sebelum masuk ke bagian itu, ada baiknya kita mengetahui dulu sejumlah pengertian psikologi dari para ilmuwan.

Pengertian Psikologi Menurut Psikolog

Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli

Plato dan Aristoteles

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.

Edwin G. Boring dan Herbert S. Langfeld.

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat manusia.

Wilhem Wund

Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia seperti perasaan, pikiran, merasa, dan kehendak.

Garden Murphy

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons tentang makhluk hidup dengan lingkungannya.

Woodworth dan Marquis

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas individu sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia. Aktivitas yang ada dalam hubungannya dengan alam sekitar.

Knight and Knight

Psikologi adalah ilmu yang  mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau sosial.

Dr. Singgih Dirgagunarsa

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

Garden Murphy

Psikologi adalah Ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

John Broadus Watson

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak (lahiriah). Dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respons).

Clifford T Morgan

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.

Ruch

Psikologi kadang-kadang didefinisikan sebagai studi tentang manusia. Namun definisi ini terlalu umum. Yang benar adalah bahwa psikologi adalah sebagian ilmu biologi dan sebagian merupakan ilmu sosial. Saling tumpang tindih dengan dua bidang utama dan menghubungkan keduanya.

Rene Descartes

Ilmu pengetahuan mengenai gejala pemikiran atau gejala kesadaran manusia, terlepas dari badannya.

Munn dan Fernald

Psikologi didefinisikan sebagai ilmu perilaku manusia. Penyelidikannya tidak terbatas pada manusia dan terkadang melampaui perilaku yang dapat diamati.

John Locke

Psikologi adalah semua pengetahuan, tanggapan, dan perasaan jiwa manusia. Diperoleh karena pengalaman melalui alat-alat indranya.

Crow & Crow

Psikologi adalah tingkah laku manusia. Yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. Baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia. Seperti hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.

Moskowitz dan Orgel

Psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan empirik yang berdasarkan atas observasi dan penelitian eksperimental. Pokok persoalannya adalah tentang tingkah laku manusia.

Richard Mayer

Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.

Bruno

Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu:

  • Psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “roh”.
  • Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidupan mental”.
  • Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Jenis-jenis Psikologi

Jenis-jenis Psikologi

Psikologi Sosial

Psikologi Sosial adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mengkaji tingkah laku individu di dalam situasi sosial, dengan melakukan kajian dan analisis tentang bagaimana manusia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya.

Psikologi Sosial juga bisa disebut sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang sosial (Shawn dan Ostanzo, 1973:3).

Individu dalam pengertian psikologi sosial menunjukkan individu sebagai pribadi, bukan masyarakat seperti pengertian dalam Sosiologi maupun Antropologi.

Sehingga psikologi sosial bisa dikatakan sebagai sebuah kajian tentang fungsi, sifat, fenomena perilaku sosial, dan pengalam mental dari individu dalam sebuah konteks sosial. Seperti sikap sosial, kemarahan, perilaku seksual, hubungan sosial, dan sosialisasi.

Berdasarkan pengetahuan tersebut, psikologi sosial membuat intervensi untuk membentuk tingkah laku manusia agar lebih adaptif dan tepat guna dalam situasi di mana manusia itu berada.

Psikologi Klinis

Psikologi klinis merupakan salah satu bidang terapan yang berperan sebagai salah satu disiplin kesehatan mental dengan menggunakan prinsip-prinsip psikologi untuk memahami, mendiagnosis, dan mengatasi berbagai masalah atau penyakit psikologi (Mens, 2000:122).

Dengan kata lain, psikologi klinis merupakan bidang ilmu dalam psikologi yang berfokus kepada usaha memahami dan menangani masalah-masalah psikologis, meningkatkan kemampuan penyesuaian diri dan mengembangkan kapasitas pribadi. Psikologi klinis melibatkan konteks budaya dalam memahami aspek-aspek psikologis individu seperti kognitif, emosi, dan perilaku.

Pada 1947, untuk pertama kali dibentuk organisasi yang mengatur soal standar psikologi klinis di Amerika Serikat. Organisasi ini dibentuk oleh Dewan Profesi Psikologi Amerika yang diberi nama American Noart of Professional Psychology. Lembaga ini berhak menguji, memberikan gelar diploma, hingga mendorong pembinaan kecakapan psikologi professional.

Psikologi Industri dan Organisasi

Sesuai pengertiannya, organisasi adalah sekumpulan individu yang memiliki tujuan bersama, dan menyepakati distribusi hak dan kewajiban untuk mencapai tujuan tersebut. Nah, agar organisasi dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien, dibutuhkan kemampuan mengelola salah satu aset mereka: karyawan.

Karena itulah muncul jenis Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) yang menerapkan teori dan kaidah-kaidah tingkah laku dalam konteks organisasi. PIO bertujuan meningkatkan produktivitas organisasi komersial maupun nirlaba.

Beberapa area kunci penelitian yang menggambarkan PIO adalah pelatihan dan pengembangan, seleksi karyawan, manajemen kinerja, keragaman di lingkungan kerja (workplace diversity), kepemimpinan, motivasi kerja, teamwork, dan lain-lain.

Secara umum, ada 3 bidang kajian dalam psikologi industri dan organisasi, antara lain:

Psikologi Personalia

Bidang ini menekankan pembuatan keputusan mengenai seleksi karyawan (personalia), pelatihan promosi, cuti, pengalihan tugas, pemutusan hubungan kerja, kompensasi, pesangon, dan lain sebagainya.

Psikologi Sumber Daya Manusia

Asumsi yang digunakan di bidang ini berbanding terbalik dengan psikologi personalia. Meskipun masalah yang dihadapi relatif sama, yaitu mencocokkan individu dalam hal ini karyawan dengan pekerjaan atau tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Psikologi Industri atau Sosial Klinis

Berurusan dengan penyesuaian timbal balik antara orang-orang dan lingkungannya. Dalam hal ini setiap pekerja diteliti tentang kemampuan menyesuaikan diri, kinerja, kepuasan, motivasi, dan kecenderungan untuk tetap bekerja di perusahaan (Landy, 2000:480).

Psikologi Pendidikan

Ini merupakan bidang kajian tentang perilaku siswa dengan menggabungkan psikologi perkembangan anak dan psikologi klinis. Untuk kemudian melakukan evaluasi kegiatan belajar hingga tes hasil belajar.

Psikologi pendidikan bertujuan untuk mengembangkan keilmuan dan menerapkan psikologi dalam lingkup pendidikan berbasis riset yang etis profesional dan memanfaatkannya dalam memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam lingkup pendidikan.

Dengan kata lain psikologi pendidikan mengkaji perilaku dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru bisa melakukan penelitian yang bisa membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Baik bagi dirinya maupun peserta didik.

Psikologi Politik

Bisa dibilang bidang psikologi yang satu ini menggunakan berbagai disiplin keilmuan selain psikologi sendiri. Seperti ilmu politik, juga ada antropologi, sosiologi, bahkan ekonomi.

Pengertian lain dari psikologi politik adalah bidang interdisipliner yang tujuan substantifnya untuk menyingkap keterkaitan antara proses psikologi dan politik (Renshon, 2000:784).

Psikologi Perkembangan

Bidang studi ini fokus terhadap perkembangan manusia dan berbagai faktor yang membentuk perilakunya sejak lahir hingga lanjut usia. Merupakan cabang ilmu psikologi yang menelaah berbagai perubahan intra-individual dan interindividual.

Perubahan itu tidak hanya mendeskripsikan tapi juga menjelaskan perubahan-perubahan perilaku menurut tingkat usia sebagai masalah hubungan anteseden (gejala mendahului) dan konsekuensinya (LaBouvie, 1975:289).

Psikologi Konsumen

Psikologi konsumen jadi andalan bagi mereka yang terjun di dunia periklanan dan marketing. Tujuannya tentu saja untuk menciptakan bentuk komunikasi yang tepat dan efektif antara produsen, distributor, hingga konsumen.

Terutama agar konsumen memperoleh informasi yang tepat dan efektif terkait apapun yang dibutuhkannya dalam menjalani hidup.

Sebenarnya masih ada banyak bidang studi yang menjadi turunan dari ilmu psikologi. Namun, rasanya contoh-contoh di atas bisa mewakili bahwa psikologi memang cukup dekat dengan kehidupan kita dan memang banyak digunakan di masyarakat pada saat ini.

Tokoh-tokoh Psikologi

Tokoh-tokoh Psikologi
Ilustrasi via unsplash.com

Ada ujaran, ‘Tak Kenal Maka Tak Sayang’. Maka itu, sebelum menelaah lebih dalam soal psikologi ada baiknya kamu juga mengenal tokoh-tokoh psikologi dunia. Teori dan pendekatan yang mereka ciptakan bahkan masih banyak digunakan hingga saat ini. Berikut beberapa di antaranya.

Wilhelm Wundt

Tokoh psikologi pertama yang harus kamu kenal adalah Wilhelm Wundt. Sosok Wilhelm Wundt kerap disebut sebagai bapak psikologi modern. Sebutan tersebut muncul karena jasanya  dalam mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman, pada 1879 yang kemudian dijadikan patokan lahirnya ilmu psikologi.

Lahir di Neckarau pada 18 Agustus 1832, Wundt justru memulai karirnya dengan menggunakan gelar kesarjanaan di bidang hukum dan kedokteran, bukan psikologi. Namun, keingintahuannya yang besar terhadap ilmu pengetahuan membuat dia banyak melakukan penelitian di luar gelar kesarjanaannya.

Momentum penting dalam hidupnya dimulai saat dia Wundt memutuskan untuk pindah ke Leipzig pada 1875. Empat tahun kemudian dengan dibantu oleh murid-muridnya, Wundt membuat laboratorium psikologi pertama di dunia. Di laboratorium inilah dia banyak melakukan eksperimen terkait bidang psikologi.

Sejak saat itu, hingga dia meninggal pada 1920, Wundt benar-benar mengabdikan hidupnya untuk perkembangan ilmu psikologi. Lebih dari 54 ribu halaman laporan penelitian dan teori.

Sejumlah buku psikologi pun pernah dia tulis. Di antaranya “Beitrage Zur Thorie Der Sines Wahrnemung” (1862), “Physiologische Psychologie” dan “Grund Zuge Der Physiologischen Psychologie” (1873).

Sigmund Freud

Kalau kamu akrab dengan istilah “unconscious mind” (alam ketidaksadaran) maka kamu sudah mulai mengenal Sigmund Freud. Sebab, Freud lah yang pertama kali mengemukaan istilah yang cukup dikenal di dunia psikologi.

Freud terlahir dari keluarga Yahudi pada 6 Mei 1856 di Freiburg (Austria).  Dia diberkati kepintaran di atas rata-rata alias genius. Tak heran, Freud muda menjadi kesayangan ibunya. Freud menjadi satu-satunya anak (dari 7 bersaudara) yang punya lampu baca saat yang lain hanya menggunakan lilin untuk membaca di malam hari.

Berkat kejeniusannya Freud mampu menyelesaikan sekolah kedokterannya pada usia 30 tahun. Dia pun dikenal menguasai 8 bahasa utama dunia.

Momentum penting Freud pun terjadi pada 1900, tepatnya saat menerbitkan buku “Interpretation of Dreams” yang menjadi tonggak lahirnya aliran psikoanalisa dalam ilmu psikologi. Dalam buku inilah Freud memunculkan konsep “unconscious mind” yang terkenal itu.

Sejumlah buku lain yang pernah ditulis Freud menunjukkan kekuatannya dalam hal psikoanalisa. Seperti buku yang diterbitkan antara 1901-1905 yaitu “The Psychopathology of Everyday Life” (1901), “Three Essays on Sexuality” (1905), “Jokes and Their Relation to Unconscious” (1905).

Berikut beberapa teori Freud yang sangat dikenal di dunia ilmu sosial, khususnya psikologi:

  • Oedipus Complex
  • Id, Ego, dan Superego
  • Ego Defense Mechanisms

Alfred Binet

Jika Sigmund Freud dikenal dengan teori-teori terkait ego manusia juga alam bawah sadarnya, maka Alfred Binet mewariskan Intelligence Quotient (IQ) bagi masyarakat. 

Meski berlatar belakang ahli hukum, Binet juga punya ketertarikan besar dalam ilmu psikologi. Binet mengembangkan sebuah tes untuk mengukur mental anak-anak saat akan memasuki usia sekolah.

Tiga tahun setelah Binet wafat pada 1914, seorang psikolog Jerman bernama William Stern mengembangkan warisan Binet dengan membagi usia mental anak berdasarkan kronologi (Chronological Age). Tujuannya untuk lebih mudah memahami IQ yang diciptakan Binet.

Pengembangkan Stern kemudian disempurnakan oleh Lewis Terman dari Universitas Stanford, Amerika Serikat. Terman mengalikan rumus yang dikembangkan Stern dengan angka 100 menjadi IQ=MA/CA*100. Perhitungan ini kemudian dipakai untuk menentukan intelegensi seseorang.

Perhitungan yang kemudian diberi nama Stanford-Binet Intelligence Test, yang hingga saat ini masih banyak digunakan para psikolog untuk mengetahui IQ seseorang.

Manfaat Psikologi

Manfaat Psikologi
Ilustrasi via unsplash.com

Setelah mengetahui secara sekilas apa itu psikologi, tentunya kamu akan bertanya apa sih manfaat dari ilmu ini? Well, semua ilmu pengetahuan pasti memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.

Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat jika kamu mempelajari psikologi:

Memahami penyebab dari perilaku yang muncul pada diri sendiri atau pun orang lain

Dengan mempelajari psikologi, kamu bisa paham dan mengerti mengapa seseorang bisa menunjukkan perilaku tertentu yang berbeda-beda. Hal ini bisa kamu pelajari dari sejumlah teori dalam psikologi.

Memahami diri sendiri

Tak cuma memahami orang lain, psikologi juga akan membantu kamu memahami diri sendiri. Kamu bisa menjadi lebih paham mengenai kepribadian dan watak yang secara naluriah ada di dalam diri.  Bahkan, bisa juga untuk memahami masalah-masalah psikologis yang kamu hadapi.

Dapat membantu orang lain

Tak perlu menjadi psikolog atau psikiater untuk bisa membantu masalah orang lain. Dengan mempelajari psikologi, kamu pun bisa membantu orang lain. Minimal ketika kamu mengetahui sedikit teori-teori psikologi,  kamu bisa melihat permasalahan orang lain dari sudut pandang yang berbeda yang bisa berguna untuk membantu orang lain menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Penutup

Penjelasan tentang psikologi yang sudah diuraikan di atas memang masih bersifat umum. Tapi, semoga bisa mengobati rasa penasaran kamu tentang ilmu psikologi. Atau bahkan, kamu sekarang punya keinginan belajar psikologi dan bisa menjadi psikolog kelak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *